Jumat, 11 April 2008

Foto Telanjang Sambut Euro 2008

Wina, BC - Fotografer New York, Spencer Tunick, siap menyambut Kejuaraan Sepak Bola Euro 2008 dengan cara nyeleneh yang tidak patut ditiru dan mungkin bagi banyak orang menjijikkan. Dia akan memotret 2.008 model telanjang di lapangan sepak bola. "Sebanyak 2.008 orang telanjang akan menjadi hal luar biasa," ujar Katharina Murschetz dari Kunsthalle Wien. Kunsthalle Wien adalah sebuah pusat pameran seni di Wina, Austria. Rencananya, pusat pameran seni itu bekerja sama dengan Spencer Tunick untuk membuat foto telanjang masal tersebut.

Tunick memang dikenal sebagai seniman kotemporer New York karena foto-foto telanjang masalnya. Foto yang akan dibuat Tunick itu secara khusus untuk menyambut Euro 2008 di Austria dan Swiss.

Tunnick berencana memotret 2.008 orang telanjang di Stadion Ernst Happel. Stadion yang berada di Vienna, Austria, itu rencananya menjadi tempat Final Euro 2008. Meski tergolong nyeleneh, tak sedikit orang yang berminat dan telah mendaftarkan diri sebagai modelnya secara sukarela dan tidak dibayar.

Wien menyatakan, hingga awal Maret lalu, lebih dari 2.000 orang telah mendaftarkan diri. Para model amatir itu umumnya adalah fans sepak bola, baik pria maupun wanita.

Cara untuk menjadi sukarelawan foto Tunick itu juga mudah. Yang berminat tinggal mengunjungi situs spencertunick.com. Di dalam situs itu, para relawan telanjang dapat mengisi data diri serta alamat. Di situs tersebut mereka harus mengisi jenis kulitnya berwarna apa.

"Ini adalah sebuah instalasi spesial yang berlangsung sekejap. Kami mengundang kalian untuk menjadi bagian rencana ini untuk difoto dan digabungkan dengan semangat olahraga, arsitektur stadion yang spektakuler, dan hubungan abstrak dari bentuk manusia ke struktur modern," ujar penyelenggara dalam sebuah pernyataan untuk mengajak relawan berfoto telanjang dalam ajang tersebut.

Untuk mengikuti ajang foto ini tidak mudah. Mereka harus rela tidak mengenakan selembar benang pun dalam sesi pemotretan tanpa peduli cuaca. Jika saat pemotretan hujan deras maupun panas terik, mereka tetap harus berpose seperti yang diinginkan Tunick.

Pemotretan direncanakan 11 Mei 2008. Namun, penyelenggara belum mendapatkan petunjuk Tunick akan membuat foto yang seperti apa. Begitu juga pose para modelnya nanti. "Tunick akan membicarakan itu beberapa saat sebelum pengambilan foto," ujar Murschetz.

Dia berpendapat, karya seni Tunick yang unik tersebut sebagai karya sempurna untuk menyambut Kejuaraan Euro 2008. "Tunick menyebarkan semangat komunitas lewat karyanya yang kuat sesuai dengan semangat yang dikobarkan olahraga," jelasnya.

Banyak pihak yang mendukung rencana Tunick itu. Salah satu di antara mereka adalah stasiun kereta api nasional Austria. Mereka akan memberikan tiket gratis ke tempat pemotretan bagi 2.008 pendaftar pertama.

Foto yang tidak lazim itu, rencananya, dipamerkan kepada masyarakat luas pada 23 Juni di Karlsplatz, Wina. Setiap orang yang merelakan diri difoto telanjang akan mendapatkan kenang-kenangan, sebuah foto telanjang mereka sendiri.

Tunick dikenal karena karya foto telanjang masal hasil bidikannya di depan gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York. Selain itu, dia membidik sejumlah model telanjang di beberapa balkon hotel yang menghadap ke South Beach, Miami.

Lebih dari 70 lokasi lainnya, dari Montreal sampai Melbourne, Australia, yang menjadi latar bidikannya. Rekor Tunick adalah mengabadikan foto lebih dari 18.000 orang tanpa busana di Alun-Alun Utama Mexico City pada 2007.

Tunick juga dikenal karena sangat menyukai keindahan tubuh manusia. "Tubuh adalah kesatuan kehidupan. Tubuh melambangkan kehidupan, kebebasan, sensualitas, dan mekanismenya untuk membawa pikiran kita. Tubuh selalu tampak cantik, menurutku," ujarnya.

Polisi Kalah Sama Lebah

Tuxtla, BC – Sekitar 100 polisi di Kota Tapachula, Meksiko bagian tenggara, Senin (7/4) lalu, menghentikan latihan menembak dengan tubuh menderita bentol-bentol. Pasalnya, mereka sudah lebih dulu “ditembak” oleh sengatan lebah Afrika yang dikenal sebagai makhluk yang mematikan. Sebanyak 70 polisi menderita luka sengatan, bahkan tiga di antaranya luka parah.

“Setelah melakukan tembakan pertama, kami mendengar dengungan yang kuat dan melihat begitu banyak lebah yang langsung menyerang siapa saja,” kata polisi bernama Miguel Serrano, Selasa (8/4). Tak pelak, para polisi lari tunggang langgang ke dalam markas dengan luka bentol di sekujur tubuh.

Tiga perempuan polisi bahkan harus menerima pertolongan darurat di markas karena luka mereka tergolong berat, sedangkan yang lain dilarikan ke rumah sakit. Namun, mereka kini sudah dalam kondisi stabil.

Belum ada penjelasan dari kepolisian setempat apakah mereka tetap melanjutkan latihan menembak di lokasi yang sama.

Amankan Obor, China Kerahkan Pasukan Khusus



Protes -
Para Demonstran memprotes tindakan pemerintah Beijing terhadap konflik yang terjadi di Tibet. Boikot terhadap Olimpiade merupakan wacana yang terus berkembang saat ini

Beijing, BC
– Ada pemandangan unik saat “Obor Olimpiade Beijing 2008” dibawa secara lari beranting di Kota London dan Paris. Memang para pembawa obor adalah orang-orang bule dan kulit hitam yang membawakannya secara bergantian.

Namun, yang mengawal mereka secara dekat bukanlah aparat keamanan lokal, melainkan belasan lelaki bermata sipit yang berambut cepak dan berbadan tegap.
Rupanya, mereka adalah para pengawal khusus Obor Olimpiade yang langsung didatangkan dari China. Kendati semuanya memakai setelan olahraga (tracksuit) dan topi, mereka bukanlah atlet ataupun warga sipil, melainkan polisi khusus dengan mandat istimewa: menjaga agar Obor Olimpiade aman dibawa sampai ke tujuan selama berlangsungnya lari beranting.
Kedengarannya amat sepele, namun ternyata tugas tersebut terbukti sangat berat. Menara Eiffel di Paris dan Jembatan London menjadi saksi biksu bahwa Obor Olimpiade berkali-kali berupaya direbut atau dipadamkan paksa saat dibawa secara beranting.
Para pelaku adalah simpatisan maupun aktivis pro-kemerdekaan Tibet. Pekan ini mereka coba menyabotase pagelaran pembawaan Obor Olimpiade secara lari beranting di sejumlah kota utama – di antaranya London, Paris, dan San Fransisco.
Sabotase tersebut rupanya merupakan simbol kecaman mereka atas Pemerintah China yang selama ini terkesan sewenang-wenang atas wilayah otonomi Tibet di kawasan barat negeri tersebut sehingga Tibet harus segera merdeka. Namun, bagi pemerintah China sabotase atas Obor tersebut, semulia apa pun tujuannya, tidak boleh dibiarkan karena merupakan penghinaan bagi negara yang Agustus mendatang bakal menjadi tuan rumah pesta olahraga Olimpiade.
Apalagi ini merupakan penyelenggaraan Olimpiade pertama bagi China dan pembawaan Obor secara beranting ke mancanegara sebelum pesta olahraga dimulai sudah menjadi tradisi internasional sejak Olimpiade Berlin 1936. Itulah sebabnya, gara-gara Obor Olimpiade sudah menjadi sasaran “sabotase politik”, pemerintah China perlu mengerahkan pasukan khusus pengawal Obor. Kebetulan, pasukan khusus tersebut tidak mendapat keberatan dari Komite Olimpiade Internasional dan aparat keamanan lokal di negara-negara yang dilalui Obor Olimpiade.
Jakarta pun bakal dilalui obor tersebut pada tanggal 22 April mendatang. Namun, belum ada kepastian apakah Jakarta juga akan kedatangan pasukan khusus pengawal Obor dari China. Yang jelas, pasukan khusus tersebut terbukti bekerja keras untuk mengamankan obor dari gangguan. Menurut harian Wall Street Journal Asia edisi Rabu (9/4), mereka terdiri dari 30 personel yang bertugas di luar negeri dan 40 lainnya harus mengawal Obor saat sampai di China.
Selama berlangsungnya lari berantai, mereka berada di “Ring Satu” yaitu mengelilingi orang yang diberi kehormatan membawa Obor. Sedangkan di lingkar kedua dikawal oleh polisi setempat. Pengawal khusus tersebut merupakan para personel pilihan Kepolisian Bersenjata Rakyat China. Mereka haruslah berbadan tinggi, tampan, kuat, dan selalu tampil bugar layaknya seorang atlet.
Menurut situs internet spesialis masalah kemiliteran China, sinodefense.com, para pengawal juga harus lihai dalam seni bela diri tangan kosong dan mampu melumpuhkan serangan lawan dalam waktu singkat.
Selama menjalani latihan, mereka harus lari menanjak bukit paling pendek sejarak 9,6 kilometer. Karena ditempatkan di beberapa negara, para polisi China tersebut dibekali beberapa kata sederhana dalam bahasa Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, dan Jepang. Menurut China News Service, beberapa kata tersebut di antaranya “ayo lari,” “mundur,” “cepat,” dan “pelan-pelan.”

Seperti Robot
Latihan yang keras dan tuntutan tugas yang berat membuat para pengawal pada akhirnya harus bersikap tegas saat bertugas. Sikap tegas itulah yang dipandang berbeda oleh orang-orang Bule di London dan Paris yang mendapat kehormatan membawa Obor Olimpiade. Menurut sejumlah pembawa Obor, sikap yang ditunjukkan para pengawal cenderung tidak simpatik, kasar, bahkan lebih mirip robot dengan sikap yang kaku.
“Mereka menyahuti saya dengan perintah ‘Lari! Stop! Ini! Itu!’ sampai saya berpikir ‘Ya ampun, siapa sih mereka?” kata mantan pembawa acara kenamaan Inggris, Konnie Huq, kepada Stasiun Radio BBC usai berlari membawa Obor Olimpiade di London, Minggu (6/4) lalu.
Kesan yang sama terlontar dari mulut Yolaine De La Bigne, seorang wartawati spesialis lingkungan hidup asal Prancis. Kepada Associated Press, Bigne mengaku menerima perlakuan tak mengenakkan dari pengawal China saat akan memasang selendang kepala bergambar bendera Tibet sebelum lari membawa Obor.
“Gambar tersebut rupanya terlihat dan sekitar empat detik kemudian semua pengawal mendamprat saya. Sekitar lima atau enam pengawal terlihat marah dan berteriak ‘Jangan! Jangan! Jangan!’ dalam bahasa Inggris,” kata Bigne.
Sebastian Coe, Ketua Panitia Olimpiade London 2012 yang berkesempatan membawa Obor di London, melontarkan komentar lebih pedas. “Mereka mencoba mendorong saya tiga kali. Mereka menyeramkan dan tidak berbahasa Inggris. Mereka itu preman,” katanya.
Sementara itu, kalangan pejabat China terkesan adem ayem dengan komentar-komentar pedas atas para pengawal khusus tersebut. “Menurut saya, tim pengawal telah bertugas menurut aturan dan melindungi obor dengan pantas,” kata seorang pejabat China bernama Liu. Sedangkan juru bicara Kedutaan Besar China di London, Zhao Shangsen, menyatakan para pengawal hanya menjalankan tugas rutin. “Tugas mereka yaitu melindungi obor,” kata Zhao.

American Airlines Batalkan 1.000 Penerbangan


Parkir -
Setelah dilarang, ratusan pesawat terpaksa dilarang terbang.


Terbengkalai - Ratusan penumpang terbengkalai akibat larangan terbang.



Dallas, BC
- Maskapai penerbangan American Airlines di Amerika Serikat (AS), Rabu (9/4), membatalkan 1.000 penerbangan, hampir separuh dari seluruh jadwal mereka. Pembatalan itu akibat kesalahan kabel yang dapat menyebabkan korsleting, kebakaran atau bahkan ledakan.

Tak ayal pembatalan maskapai penerbangan terbesar AS itu menyebabkan antrean panjang di konter-konter tiket. Ketegangan pun meningkat. Pejabat eksekutif American Airlines mengatakan mereka tidak berkompromi jika sudah menyangkut keamanan. Namun, mereka merasa jadi korban inspeksi mendadak dari pengawasan federal.

Pihak maskapai memperkirakan lebih dari 100.000 penumpang yang sudah memesan penerbangan yang dibatalkan. Banyak di antaranya yang berupaya mendapatkan penerbangan lain. Banyak pula yang terpaksa menginap di hotel-hotel karena rumahnya jauh.
Maskapai tersebut telah memeriksa 460 penerbangan, Selasa, setelah pengawas federal menemukan problem kabel dua pekan lalu. Pembatalan itu membawa kerugian yang "signifikan" bagi American. Saham perusahaan induknya, AMR Corp pun anjlok 11,1 persen.

Isu itu berasal dari perintah Badan Penerbangan Federal (Federal Aviation Administration/FAA) kepada American, September 2006 lalu. Maskapai itu diberi batas waktu hingga bulan lalu, untuk mengatasi "buntelan" kabel-kabel pendukung sistem tenaga bagi pompa bahan bakar pesawat MD 80. Walaupun tidak terjadi insiden terkait kabel-kabel tersebut, kata FAA.

Pejabat American menganggap masalah itu sudah selesai bulan lalu. Namun, pekan ini, pengawas FAA menemukan masalah itu di puluhan pesawat. American mengatakan tidak ada pilihan lain kecuali "mengandangkan" 300 pesawat MD-80nya yang bermasalah.
Maskapai tersebut mengoperasikan 2.200 penerbangan setiap hari. Sepertiganya menggunakan MD-80. Separuh pembatalan terjadi di dua bandara, Dallas dan Chicago.

Di Bandara La Guardia New York, Rabu, ratusan penumpang antre di jalur check-in. Beberapa di antaranya sibuk memencet-mencet telepon genggamnya untuk mendapatkan penerbangan yang baru. Maskapai menawarkan donat, kopi dan jus jeruk gratis, tapi hanya sedikit penumpang yang mengambilnya. Para penumpang menyatakan kekecewaannya. Mereka mengatakan seharusnya American bisa memprediksikan hal ini sebelumnya.

Pembatalan serupa pernah dialami maskapai penerbangan Southwest, Delta dan United. Pekan lalu, ratusan penumpang telantar saat Aloha Airlines dan ATA Airlines ditutup karena bangkrut. Alaska Airlines mengatakan, Rabu, mereka membatalkan 14 penerbangan guna memeriksa kabel di delapan pesawat MD-80.